TIMIKA, PapuaWone.com – Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, Polres Mimika, serta tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi Demerina Uamang, salah satu warga yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Demerina dievakuasi dari Kampung Bela Satu, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, menuju Timika pada Senin pagi, 14 September 2026. Proses evakuasi tersebut turut mendapat dukungan dari Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, serta kepala kampung setempat.
Demerina merupakan satu dari sembilan warga yang sebelumnya dilaporkan diculik oleh kelompok bersenjata sejak akhir Agustus 2026 di wilayah Jila.
Setelah bertahan sekitar 20 hari di dalam hutan dengan keterbatasan makanan dan minuman, Demerina akhirnya ditemukan warga dalam kondisi sangat lemah. Kondisi fisiknya yang menurun drastis membuat proses penyelamatan harus dilakukan dengan cepat.
Namun, proses evakuasi tersebut menyisakan duka. Salah seorang rekan korban, Yosina, ditemukan meninggal dunia akibat kondisi fisik yang terus memburuk. Jenazah Yosina kemudian telah dimakamkan secara adat di Kampung Bela.
Upaya mengevakuasi para korban sebelumnya sempat terkendala cuaca buruk selama empat hari. Kondisi tersebut membuat helikopter Polri belum dapat menembus lokasi. Setelah cuaca memungkinkan, tim akhirnya berhasil mencapai wilayah tersebut pada Senin pagi.
Demerina tiba di Timika sekitar pukul 09.08 WIT dan langsung mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Timika.
Hingga kini, Demerina masih menjalani proses pemulihan. Selain kondisi fisik yang lemah, korban juga mengalami trauma dan syok akibat situasi yang dialaminya selama berada di hutan.
Sementara itu, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika memastikan upaya penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya yang masih dinyatakan selamat terus dilakukan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan aparat bersama seluruh pihak terkait terus berupaya melakukan langkah-langkah penyelamatan dengan mengutamakan keselamatan para korban.
Pihak aparat juga mengimbau masyarakat di Kabupaten Mimika agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diminta mengandalkan informasi resmi dari aparat keamanan dan pihak berwenang untuk menghindari munculnya kepanikan maupun informasi yang dapat mengganggu proses penyelamatan para korban.(Redaksi)


Comment