Daerah
Beranda » Berita » Mukerda GPdI Papua Resmi Dibuka, Dorong Persatuan dan Pelayanan Berdampak bagi Tanah Papua

Mukerda GPdI Papua Resmi Dibuka, Dorong Persatuan dan Pelayanan Berdampak bagi Tanah Papua

 

JAYAPURA, Papuawone.com – Majelis Daerah Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Papua resmi membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) di GPdI Eben-Haazer, Kotaraja, Jayapura, Minggu (27/9/2026).

Mukerda yang berlangsung hingga Selasa (29/9/2026) tersebut mengangkat tema “Bersatu Melayani dan Berdampak Bagi Tanah Papua.”

Pembukaan Mukerda dipimpin Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. Adi Sujaka, M.Th., didampingi Ketua MD GPdI Papua Pdt. Timotius Dawir dan Ketua Panitia Pdt. Hans Hamadi.

Kegiatan ini diikuti sekitar 210 peserta yang terdiri dari unsur Majelis Pusat, Majelis Daerah, 52 Majelis Wilayah, 10 Komisi Daerah, serta jajaran personalia GPdI.

Peringati HUT GKI Ke-70, Tonny Tesar Kunjungi Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian Dan Berbagai Kasih

Ketua MD GPdI Papua, Pdt. Timotius Dawir, mengatakan Mukerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah sekaligus memperkuat kehadiran gereja di tengah perubahan zaman.

“GPdI Papua harus menjadi terang dan garam. Persatuan bukan sekadar kata, melainkan perbuatan nyata yang dirasakan masyarakat. Mari kita tinggalkan kepentingan pribadi demi pelayanan yang lebih besar di Tanah Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. Adi Sujaka, M.Th., mengajak seluruh jajaran GPdI untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan dalam pelayanan.

“Sudah saatnya GPdI bersatu. Jangan ada percekcokan. Boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu memutus persaudaraan. Papua membutuhkan kedamaian, persatuan, dan orang yang bekerja tulus,” tegasnya.

Ia menambahkan, gereja memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan suasana yang memberikan harapan dan kesejukan bagi masyarakat.

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Tonny Tesar Kunjungi Jemaat Dondai Serap Aspirasi

“Gereja harus menjadi tempat pengharapan dan kesejukan bagi masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Mukerda GPdI Papua, Pdt. Hans Hamadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan undangan kepada Gubernur Papua beserta jajaran untuk menghadiri pembukaan kegiatan tersebut.

Namun, hingga pembukaan Mukerda berlangsung, belum ada perwakilan dari Pemerintah Provinsi Papua yang hadir.

Hans berharap Gubernur Papua dapat menghadiri perayaan HUT GPdI yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (30/9/2026). Ia menyebut kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan menjadi bentuk dukungan terhadap kehidupan umat beragama di Papua.

Mukerda GPdI Papua tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan internal gereja, sekaligus merumuskan langkah pelayanan agar visi dan misi GPdI dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Tanah Papua.(Redaksi)

Jelang Musda Demokrat Papua Pegunungan, IMDI Ingatkan 3 Aturan Baru AD/ART Partai

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement