JAKARTA, PW – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan melalui langkah strategis Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., yang melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yunus Wonda didampingi Anggota DPD RI asal Papua Carel Simon Petrus Suebu, S.E., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura Theopilus Hendrik Tegai, S.Sos., M.M., serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Jayapura Michael Yewi, S.STP.
Audiensi diterima langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc., bersama Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, S.I.P., M.Si., beserta jajaran Kemendag RI.
Pasar Rakyat Jadi Prioritas Pembangunan Ekonomi
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yunus Wonda menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran vital sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Karena itu, revitalisasi dan penataan pasar menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Menurutnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura telah membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan petani, pedagang, dan pelaku usaha lokal.
“Kami ingin manfaat Program MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Kebutuhan pangan seperti sayur-mayur, buah-buahan, telur, dan bahan pokok lainnya harus berasal dari hasil produksi petani lokal dan dipasarkan melalui pasar rakyat yang ada di Kabupaten Jayapura,” tegas Yunus Wonda.
Saat ini, sekitar 14 yayasan pelaksana Program MBG beroperasi di Kabupaten Jayapura dan membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar serta berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi petani dan pedagang lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Minta Dukungan Revitalisasi Pasar
Bupati juga mengungkapkan bahwa sejumlah pasar di Kabupaten Jayapura masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur dan fasilitas penunjang. Akibatnya, banyak pedagang terpaksa berjualan di luar area pasar yang telah disediakan.
Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan pedagang dan pembeli, tetapi juga berdampak pada ketertiban serta kualitas pelayanan pasar.
“Kami berharap adanya dukungan dari Kementerian Perdagangan untuk membantu revitalisasi dan pengembangan pasar di Kabupaten Jayapura. Pemerintah daerah siap menindaklanjuti seluruh proses teknis yang diperlukan agar program ini dapat segera terealisasi,” ujar Bupati.
Kemendag Siap Tinjau Kondisi Pasar di Jayapura
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Ia menegaskan bahwa revitalisasi pasar rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pengelolaan pasar.
“Kami telah mencatat seluruh masukan yang disampaikan Bapak Bupati. Revitalisasi pasar membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dyah Roro menjelaskan, Kemendag akan melakukan penilaian terhadap kelayakan pasar yang diusulkan melalui kajian teknis dan verifikasi lapangan sebelum menentukan tindak lanjut program revitalisasi.
“Kami akan menurunkan tim untuk melihat langsung kondisi pasar di Kabupaten Jayapura. Jika memenuhi kriteria dan dinilai layak, maka akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Dorong Digitalisasi Pasar dan Transaksi QRIS
Selain revitalisasi fisik, Kemendag juga mendorong modernisasi pasar rakyat melalui program digitalisasi yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.
Program tersebut bertujuan memperluas penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS, sehingga transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan efisien tanpa menghilangkan pilihan pembayaran tunai.
Menurut Wakil Menteri, pasar rakyat harus berkembang mengikuti kemajuan zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai pusat ekonomi kerakyatan.
“Kami ingin pasar rakyat semakin modern dan nyaman, namun tetap mempertahankan karakter tradisionalnya. Dengan pilihan transaksi tunai maupun digital, aktivitas ekonomi akan semakin inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Perkuat Sinergi untuk Jayapura Maju
Audiensi antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Kementerian Perdagangan RI tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi pembangunan ekonomi daerah.
Melalui revitalisasi pasar, peningkatan tata kelola perdagangan, pemberdayaan pedagang kecil, serta dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, diharapkan ekonomi masyarakat Kabupaten Jayapura dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
(Redaksi Papua Wone)


Comment