Kriminal
Beranda » Berita » BOM PERANG DUNIA II NYARIS MELEDAK DI SENTANI, JAYAPURA

BOM PERANG DUNIA II NYARIS MELEDAK DI SENTANI, JAYAPURA

 

Dua Hari Setelah Insiden di Biak, Mortir Aktif Ditemukan Bocah di Pinggir Sungai Ariyau

 

Sentani, Papua, PW – Masyarakat Kabupaten Jayapura dikejutkan dengan penemuan sebuah mortir yang diduga masih aktif dan merupakan peninggalan Perang Dunia II. Penemuan tersebut terjadi di Sungai Ariyau, Kompleks BTN Dunlop, Sentani, Kabupaten Jayapura, hanya dua hari setelah peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II yang terjadi di Kabupaten Biak pada 31 Mei lalu.

Mortir berbahaya tersebut ditemukan oleh seorang bocah yang sedang hendak memancing bersama teman-temannya di pinggir Sungai Ariyau pada Selasa (2/6). Tanpa mengetahui benda yang ditemukannya merupakan bahan peledak aktif, bocah tersebut sempat mengangkat mortir itu menggunakan kedua tangannya.

44 Pendulang Emas Selamat dari Serangan KKB, Aparat TNI/Polri Lakukan Evakuasi

Situasi menjadi semakin mengkhawatirkan ketika mortir yang dipegangnya mulai mengeluarkan asap. Beruntung, tidak terjadi ledakan dan anak tersebut segera menjauh setelah menyadari adanya kondisi yang tidak normal pada benda tersebut.

Penemuan itu langsung menggegerkan warga sekitar. Informasi kemudian diteruskan kepada aparat keamanan dan segera ditindaklanjuti oleh Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua.

Menerima laporan masyarakat, personel Jibom bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan sterilisasi area guna mengantisipasi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar.

Berdasarkan hasil identifikasi dan asesmen di lapangan, mortir tersebut dinilai memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi apabila dipindahkan. Oleh karena itu, tim Jibom memutuskan untuk melakukan tindakan disposal atau pemusnahan di tempat sesuai standar operasional prosedur penanganan bahan peledak.

Sebelum proses disposal dilakukan, petugas terlebih dahulu mengamankan perimeter lokasi, mengimbau masyarakat agar menjauh dari area berbahaya, serta memastikan seluruh kawasan dalam kondisi steril dan aman.

KKB Papua Tewaskan 10 Pendulang Emas di Pegunungan Bintang, Aparat Fokus Evakuasi dan Pengejaran Pelaku

Proses disposal berlangsung dengan aman dan terkendali. Mortir berhasil dimusnahkan tanpa menimbulkan dampak yang membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Setelah proses pemusnahan selesai, tim Jibom kembali melakukan penyisiran dan sterilisasi lanjutan untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya lainnya yang tertinggal di lokasi penemuan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa peninggalan Perang Dunia II masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah Papua, khususnya daerah yang pernah menjadi lokasi pertempuran pada masa lalu. Masyarakat diimbau untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak.

Keberhasilan penanganan mortir tersebut menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme Unit Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Papua dalam merespons setiap ancaman bahan peledak demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat memicu ledakan,” Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Situasi Wamena Mencekam, Tokoh Adat dan Pemerintah Diminta Gelar Pertemuan Khusus

Kronologi Singkat

  • 31 Mei 2026: Bom peninggalan Perang Dunia II meledak di Kabupaten Biak.
  • 2 Juni 2026: Mortir aktif ditemukan seorang bocah di Sungai Ariyau, Sentani.
  • Mortir sempat diangkat dan mengeluarkan asap.
  • Warga melaporkan temuan tersebut kepada aparat.
  • Tim Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Papua melakukan pengamanan dan disposal di lokasi.
  • Mortir berhasil dimusnahkan dengan aman tanpa menimbulkan korban jiwa.

Laporan: Humas Polda Papua

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement