Sentani, PW – Pemerintah Kabupaten Jayapura kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H. bersama Wakil Bupati Haris Richard Yocku, S.H., program bantuan sosial keagamaan terus diperkuat sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah rakyat.
Tahun ini, sebanyak 75 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura akan menerima masing-masing satu ekor hewan kurban, sebagai bagian dari program rutin pemerintah daerah dalam menyambut Hari Raya Iduladha.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Yunus Wonda saat menyerahkan bantuan sapi kurban di Masjid Ar-Ridha, Kampung Benyom Jaya I, Distrik Nimbokrang, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah, bukan bantuan pribadi kepala daerah maupun wakil kepala daerah.
“Ini adalah bantuan Pemerintah Kabupaten Jayapura, bukan bantuan pribadi. Kami ingin memastikan setiap masjid mendapatkan perhatian yang sama, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Yunus Wonda.
Tak hanya fokus pada umat Muslim, pemerintah daerah juga memastikan perhatian yang sama bagi umat Kristiani. Bupati mengungkapkan, menjelang perayaan Natal pada Desember mendatang, skema bantuan serupa juga akan disiapkan untuk gereja-gereja di wilayah Kabupaten Jayapura.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintahan Yunus Wonda–Haris Richard Yocku dalam membangun kebersamaan, toleransi, dan pelayanan yang adil bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Pemerintah harus hadir untuk semua. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa negara benar-benar ada bersama mereka, baik dalam suka maupun kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.
Program bantuan keagamaan ini telah dirancang menjadi agenda tahunan selama masa kepemimpinan mereka, dengan tujuan meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Jayapura.
Selain membahas program bantuan sosial, Bupati Yunus juga menyoroti pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Ia meminta seluruh aparatur yang baru dilantik agar meninggalkan pola kerja yang lamban dan formalitas semata.
Menurutnya, seluruh jajaran birokrasi harus bergerak cepat, responsif, dan berorientasi pada hasil nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya bekerja secara administratif. Semua program harus selesai tepat waktu, menyentuh kebutuhan rakyat, dan membawa perubahan nyata,” tandasnya.
Kebijakan ini menjadi gambaran arah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Jayapura yang menekankan pemerataan pelayanan, keadilan sosial, dan keberpihakan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat toleransi antarumat beragama di Bumi Khenambay Umbay.
Laporan: Diskominfo Kabupaten Jayapura


Comment