Sentani — Dinamika politik pemuda di Kabupaten Jayapura kembali mencuri perhatian. Dua bakal calon Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayapura periode 2026–2029, yakni Yered Sokoy dan Stevi Marweri, resmi mengundurkan diri dari pencalonan.
Alasan keduanya mundur karena belum memperoleh dukungan dari KNPI Distrik dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), yang menjadi syarat penting dalam proses pencalonan.
“Dukungan KNPI Distrik dan OKP itu merupakan salah satu syarat penting. Mengingat waktu yang semakin mepet dan kami belum mendapat dukungan, maka kami memilih mundur,” jelas Yered Sokoy. Rabu 22 April 2026.
Yered menegaskan bahwa keputusan tersebut murni karena faktor teknis, bukan karena adanya tekanan dari pihak lain.
Sementara itu, Stevi Marweri menyatakan tetap mendukung penuh pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Jayapura. Ia berharap proses tahapan berjalan lancar dan empat calon yang tersisa mampu bersaing secara sehat.
“Kami berharap siapa pun yang terpilih bisa mengembalikan kejayaan KNPI dan membawa organisasi ini lebih maju. KNPI harus aktif sampai ke distrik-distrik,” ujar Stevi.
Dukungan terhadap jalannya Musda juga datang dari berbagai pihak. Ketua OKP Garda Bangsa, Jems Tokoro, mengingatkan agar para calon berjiwa besar dan siap menerima hasil tanpa membuat gerakan tambahan.
“Kita tahu bersama bahwa pernah terjadi kericuhan pada Musda KNPI Kota Jayapura. Karena itu, kami harap hal tersebut tidak terjadi di Kabupaten Jayapura,” tegasnya.
Dengan mundurnya dua bakal calon, kini empat kandidat yang tersisa dipastikan akan bertarung dalam Musda KNPI Kabupaten Jayapura. Publik menaruh harapan besar agar proses demokrasi pemuda ini berlangsung damai, transparan, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa KNPI lebih dekat dengan masyarakat hingga ke akar rumput. (Redaksi)


Comment