Sentani, PW – Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura (FHT-KJ) menggelar Rapat Kerja (Raker) I di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Hamba dan Kawan Sekerja Allah yang Baik dan Setia” berdasarkan 1 Korintus 3:9 dan Matius 25:23 tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan para hamba Tuhan lintas denominasi sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pelayanan rohani dan sosial kemasyarakatan.
Rapat kerja yang dihadiri para pendeta, gembala sidang, evangelis, vikaris, penatua, guru jemaat, aktivis gereja, serta berbagai unsur pelayanan dari seluruh wilayah Kabupaten Jayapura itu mendapat perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini juga menjadi forum perdana yang mempertemukan para pelayan Tuhan dari berbagai denominasi untuk menyusun arah pelayanan bersama demi kemajuan umat dan masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Jayapura yang dibacakan oleh Asisten II Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP, pemerintah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Kerja I Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelayanan rohani dan pembangunan karakter masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayapura, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Rapat Kerja I Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura. Momentum ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan langkah iman yang strategis dalam memperkuat pelayanan rohani dan pembangunan kehidupan masyarakat di wilayah Kabupaten Jayapura,” ujar Abdul Rahman Basri saat membacakan sambutan Bupati Jayapura.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik semata, tetapi juga dari keberhasilan membangun mental, spiritual, moral, dan karakter masyarakat. Oleh karena itu, para hamba Tuhan memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang beriman, damai, dan harmonis.
Ia menjelaskan bahwa melalui pelayanan gereja dan berbagai kegiatan pembinaan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan, para hamba Tuhan selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga kedamaian, memperkuat nilai-nilai moral, membangun karakter generasi muda, serta merawat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Jayapura.
Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Abdul Rahman Basri mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura menaruh harapan besar terhadap hasil Rapat Kerja I FHT-KJ. Menurutnya, forum yang menghimpun para pelayan Tuhan dari berbagai denominasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia berharap melalui rapat kerja ini lahir berbagai rekomendasi dan program kerja yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat sekaligus sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jayapura.
“Forum ini menjadi wadah yang sangat penting karena menghimpun para pelayan Tuhan dari berbagai denominasi dan latar belakang pelayanan. Melalui forum ini diharapkan lahir berbagai pemikiran, rekomendasi, dan program yang dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan yang ada,” katanya.
Menurut Abdul Rahman Basri, perkembangan era digital dan globalisasi membawa tantangan yang semakin kompleks bagi masyarakat. Selain memberikan manfaat, kemajuan teknologi informasi dan media massa juga menghadirkan berbagai dampak negatif yang perlu diantisipasi bersama.
Berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan minuman keras, narkoba, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, kekerasan dalam rumah tangga, persoalan ekonomi, hingga berbagai tantangan sosial lainnya menjadi perhatian bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan para hamba Tuhan.
Karena itu, pemerintah berharap Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi, pembinaan moral, serta penguatan spiritual kepada masyarakat, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Selain membahas persoalan sosial kemasyarakatan, forum ini juga diharapkan mampu memberikan dukungan pemikiran terhadap berbagai program strategis pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, pemberdayaan sosial, hingga pembangunan sumber daya manusia.
“Pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan manusia. Karena itu, penguatan iman, moral, dan karakter masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki hubungan erat dengan visi pembangunan Kabupaten Jayapura, yakni “Kasih Mempersatukan Perbedaan” untuk mewujudkan Jayapura yang aman, nyaman, mandiri, maju, dan berkelanjutan.
“Takut akan Tuhan dan hidup dalam kasih adalah landasan yang kuat untuk membangun masyarakat yang harmonis. Karena itu, kami berharap Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan spiritual masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah demi kesejahteraan bersama,” tutupnya.
Perkuat Sinergi Antar Denominasi
Sementara itu, Ketua Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura, Pdt. Charles Mokai, S.Pd, mengatakan bahwa pelaksanaan Rapat Kerja I merupakan langkah awal untuk membangun sinergi dan kebersamaan para hamba Tuhan lintas denominasi di Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah pemersatu bagi para pendeta, gembala sidang, evangelis, penatua, guru jemaat, aktivis gereja, pembantu pelayan mimbar, serta berbagai profesi lain yang memiliki panggilan pelayanan, termasuk tenaga kesehatan, pengacara, serta anggota TNI dan Polri yang turut bergabung dalam forum tersebut.
“Tujuan utama pelaksanaan Rapat Kerja I ini adalah membangun hubungan yang harmonis antar denominasi gereja serta menyusun program-program kerja yang dapat dijalankan secara bersama-sama demi kemajuan pelayanan dan kesejahteraan umat di Kabupaten Jayapura,” ujar Charles Mokai.
Ia menegaskan bahwa Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura hadir bukan untuk menciptakan persaingan antar gereja maupun denominasi, melainkan menjadi wadah kebersamaan dalam memperkuat pelayanan dan menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak mencari persaingan. Yang kami bangun adalah kebersamaan. Bagaimana para hamba Tuhan yang ada di Kabupaten Jayapura dapat berjalan bersama, bergandengan tangan, dan bersinergi untuk memajukan pelayanan serta menghadirkan kesejahteraan bagi umat,” katanya.
Menurut Charles, seluruh program yang akan dijalankan forum tersebut akan diselaraskan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Jayapura, khususnya semangat Kasih Mempersatukan Perbedaan yang menjadi fondasi pembangunan daerah.
Bahas Tiga Bidang Strategis
Dalam rapat kerja perdana tersebut, peserta membahas sejumlah agenda yang terbagi dalam tiga bidang utama, yaitu:
Pertama, Bidang Pembinaan Spiritual dan Rohani, yang berfokus pada penguatan iman, pembinaan rohani, penginjilan, serta peningkatan kualitas pelayanan gereja.
Kedua, Bidang Pelayanan Sosial dan Kesejahteraan, yang berorientasi pada kegiatan sosial kemasyarakatan, pelayanan kemanusiaan, pemberdayaan umat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, Bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Hubungan Masyarakat (Humas), yang bertugas memperkuat komunikasi lintas denominasi, membangun kemitraan dengan pemerintah, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung pelayanan yang lebih luas.
“Ketiga bidang ini akan menjadi fondasi kerja Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura ke depan. Semua hasil pembahasan akan dituangkan dalam notulen dan rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah,” jelasnya.
Selain membahas program kerja, forum tersebut juga tengah mempersiapkan proses legalitas organisasi agar dapat terdaftar secara resmi sebagai badan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Rapat Kerja I Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura dilaksanakan selama satu hari dan diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari pengurus dan perwakilan berbagai unsur pelayanan gereja di Kabupaten Jayapura.
Melalui rapat kerja ini, Forum Hamba Tuhan Kabupaten Jayapura berharap dapat menjadi wadah pemersatu para pelayan Tuhan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, sejahtera, harmonis, dan berlandaskan kasih.
“Dari rapat kerja ini kami berharap lahir program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan umat serta memperkuat peran hamba Tuhan sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, sejahtera, dan penuh kasih,” pungkas Pdt. Charles Mokai.(Redaksi)


Comment