Jakarta, PW – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengalokasikan anggaran lebih dari Rp5 triliun untuk pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua selama periode 2025–2026. Anggaran tersebut menjadi investasi pertanian terbesar yang pernah diberikan pemerintah pusat untuk Papua dalam sejarah pembangunan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pembangunan pertanian modern.
“Total anggaran untuk pembangunan pertanian di Papua mencapai Rp5 triliun. Ini merupakan anggaran sektor pertanian tertinggi sepanjang sejarah dan diberikan atas arahan langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Amran usai Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.
Menurut Amran, anggaran tersebut berasal dari hasil efisiensi dan refocusing anggaran Kementerian Pertanian yang kemudian diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan pertanian di seluruh wilayah Papua.
Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp2 triliun, sementara pada tahun 2026 jumlahnya kembali meningkat menjadi sekitar Rp3,2 triliun. Dengan demikian, total anggaran yang digelontorkan selama dua tahun mencapai sekitar Rp5 triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat berbagai program strategis, mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, pengembangan lahan pertanian, hingga peningkatan kapasitas petani dan penyuluh di seluruh provinsi Papua.
Amran menegaskan bahwa Papua memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan baru Indonesia. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan guna menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dalam rapat konsolidasi tersebut, pemerintah juga menerima berbagai usulan dari gubernur, bupati, kepala dinas pertanian, petani, dan penyuluh pertanian dari berbagai daerah di Papua. Berbagai masukan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan pertanian yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Program pembangunan pertanian bernilai Rp5 triliun ini diharapkan menjadi momentum besar bagi Papua untuk memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Redaksi)


Comment