JAYAPURA, PapuaWone.com – Kehadiran Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai NasDem, Tonny Tesar, dalam Musyawarah Besar (Mubes) II Kain-Kain Karkara Byak SupTabi mendapat sambutan positif dan apresiasi dari tokoh adat Papua. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk nyata penghormatan terhadap adat istiadat sekaligus kepedulian terhadap masyarakat adat Orang Asli Papua (OAP).
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, Syors Awi, saat berlangsungnya Mubes II Kain-Kain Karkara Byak SupTabi di kawasan Pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (3/11/2026).
Menurut Syors Awi, kehadiran Tonny Tesar di tengah masyarakat adat memiliki makna penting. Sebab, seorang wakil rakyat tidak hanya dituntut menjalankan tugas politik dan pemerintahan, tetapi juga harus mampu menghormati nilai-nilai budaya serta membangun hubungan baik dengan masyarakat adat.
Ia menilai Tonny telah menunjukkan sikap seorang anak adat yang memahami identitas, budaya, serta tahu menempatkan diri dalam kehidupan masyarakat Papua.
“Sebagai tokoh adat, saya sangat mengapresiasi kehadiran beliau. Walaupun banyak agenda lain, beliau tetap hadir dan menghormati kegiatan budaya dan adat Orang Asli Papua. Ini menunjukkan beliau adalah anak adat yang tahu adat, tahu menempatkan diri,” ungkap Syors Awi.
Ia berharap sikap tersebut terus dipertahankan, terutama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat di tingkat nasional.
Syors Awi juga berharap Tonny Tesar terus menjadi representasi masyarakat Papua yang mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, menjaga eksistensi budaya lokal, serta membawa aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Mubes II Kain-Kain Karkara Byak SupTabi berlangsung dengan melibatkan ratusan warga Biak-Supiori yang bermukim di Tanah Tabi. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Byak untuk memperkuat persatuan, konsolidasi kelembagaan adat, serta menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.
Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin mantan Ketua Sinode GKI, Pdt. Yemima Krey, S.Th., dalam Bahasa Biak.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Josefientje B. Wandosa, yang mewakili Gubernur Papua, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), DPRK Kota Jayapura, unsur TNI-Polri, Ketua LMA Port Numbay Syors Awi, serta para Mananwir dan tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budaya serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.
Bagi masyarakat Byak, Mubes ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, menyatukan pandangan, dan memastikan nilai-nilai adat tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
(Redaksi)


Comment