JAYAPURA, Papuawone.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Majelis Rakyat Papua (MRP) yang ditandai dengan ibadah syukur di Kantor MRP Provinsi Papua pada Sabtu 31 Oktober 2026 itu menjadi momentum sukacita sekaligus refleksi bagi seluruh elemen masyarakat adat Papua. Namun, perayaan tersebut diwarnai kekecewaan sejumlah tokoh adat atas ketidakhadiran Gubernur Papua maupun perwakilan dan juga Pimpinan DPR Papua atau perwakilannya.
Pimpinan Daerah tersebut dan jajarannya dinilai lebih mementingkan acara nikah anak Gubernur dibandingkan peringatan HUT MRP dan hari budaya Papua, sehingga hal ini menimbulkan kekecewaan yang dalam bagi tokoh-tokoh adat yang hadir pada perayaan tersebut.
Tokoh adat Papua, Hugo Tandia Ayomi menyampaikan kekecewaannya karena dalam perayaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda hingga tokoh agama dan denominasi gereja, tidak terlihat perwakilan Pemerintah Provinsi Papua maupun DPR Papua.
Menurutnya, ketidakhadiran kedua lembaga tersebut menjadi perhatian serius karena MRP merupakan lembaga kultur yang memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, menjaga budaya serta mengawal eksistensi Orang Asli Papua (OAP).
“Yang sangat disayangkan oleh saya dan kami semua, tadi kami berdiskusi, pemerintah daerah sebagai kepala pemerintahan di daerah yang merupakan mitra MRP dan DPR, hari ini dua lembaga ini tidak ada yang mewakili. Jangankan hadir, karangan bunganya saja tidak ada. Tidak ada ucapan selamat dari Pemerintah Provinsi Papua maupun DPR Papua, hal ini sangat miris sekali,” ungkapnya.
Ia menilai, ketidakhadiran tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai perhatian pemerintah daerah dan lembaga legislatif terhadap keberadaan MRP sebagai lembaga representasi kultural masyarakat adat Papua.
Menurutnya, MRP memiliki kedudukan penting dalam sistem pemerintahan di Tanah Papua karena mempunyai kewenangan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat adat, perempuan serta kehidupan sosial budaya Orang Asli Papua.
“Ini menurut saya menjadi satu hal yang perlu diperhatikan. Seorang gubernur sebagai kepala pemerintahan harus melihat bahwa lembaga kultur ini memiliki kewenangan untuk menata dan mengelola kehidupan adat, budaya serta masyarakat adat di provinsi ini. Begitu pula DPR yang seharusnya melihat MRP sebagai mitra,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti ketidakhadiran Gubernur Papua yang menurut informasi yang disampaikannya menghadiri acara ulang tahun anak salah satu anggota DPR. Ia mempertanyakan alasan ketidakhadiran gubernur dalam peringatan HUT MRP yang juga bertepatan dengan momentum Hari Budaya Papua.
“Padahal gubernur sendiri tahu bahwa hari ini adalah ulang tahun MRP yang ke-21 dan juga Hari Budaya Papua. Terus kenapa gubernur meninggalkan provinsi ini, meninggalkan MRP dan masyarakat adat?” ujarnya.
Sebagai tokoh adat dan bagian dari masyarakat Papua, ia mengingatkan Gubernur Papua serta Ketua DPR Papua agar memberikan perhatian serius terhadap keberadaan MRP.
Ia berharap pada peringatan HUT MRP ke-22 mendatang, gubernur bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPR Papua dan pemangku kepentingan lainnya dapat hadir secara langsung sebagai bentuk penghormatan terhadap lembaga kultur masyarakat Papua.
Menurutnya, MRP bukan sekadar lembaga formal, melainkan bagian dari representasi masyarakat adat yang memiliki peran dalam menentukan arah kebijakan terkait kehidupan masyarakat adat di Tanah Papua.
“Pesan terakhir saya, dalam karier politik kedua bapak ini dan semua orang yang berkarier politik, lembaga ini ikut menentukan ke mana arah kebijakan politik bagi semua orang yang ada di tanah ini,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, ia berpesan agar MRP tetap kuat, menjaga eksistensi kelembagaan serta memastikan setiap keputusan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat adat.
“Pesan saya untuk MRP, tetap kuat, tetap menjaga eksistensi. Ke depan, keputusan-keputusan MRP harus berpihak pada kultur dan budaya daerah itu sendiri supaya kita tidak salah kaprah seperti hari ini,” tutupnya.(Redaksi)


Comment