JAYAPURA, PW – Kampung Piala Dunia Dok 9 di Kota Jayapura, Papua, kembali menjadi sorotan publik menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. Kampung yang pernah mengharumkan nama Papua dengan meraih Juara I Lomba Hias Kampung Piala Dunia Tingkat Nasional pada tahun 2022 itu kembali tampil meriah dengan berbagai dekorasi bertema sepak bola dunia yang memadukan unsur budaya Papua.
Berbagai sudut kampung dihiasi mural pemain bintang dunia, bendera negara peserta, ornamen sepak bola, hingga lukisan bernuansa khas Papua yang menarik perhatian masyarakat. Kondisi tersebut membuat Kampung Piala Dunia Dok 9 kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi destinasi favorit warga yang ingin menikmati atmosfer pesta sepak bola terbesar di dunia.
Selama ini, Kampung Piala Dunia Dok 9 dikenal sebagai salah satu ikon perayaan Piala Dunia di Papua. Setiap penyelenggaraan Piala Dunia, kawasan tersebut selalu menjadi tujuan kunjungan masyarakat, termasuk para pendukung tim nasional dari berbagai negara yang berada di Jayapura. Tidak hanya saat konvoi dan pawai, kampung ini juga menjadi lokasi wisata tematik yang setiap harinya dikunjungi ribuan warga dari berbagai kalangan.
Wakil Ketua Koordinator Kampung Piala Dunia Dok 9, Tarkus Patai, menjelaskan bahwa tradisi menghias kampung telah berlangsung sejak lama dan dilakukan secara swadaya oleh para pemuda serta masyarakat setempat.
Menurutnya, keberhasilan meraih gelar juara nasional pada tahun 2022 menjadi motivasi bagi seluruh warga untuk terus mempertahankan semangat kreativitas dan kebersamaan dalam menyambut Piala Dunia.
“Semua ini murni hasil kerja sama masyarakat. Pemuda kampung melukis dan menghias dengan peralatan sederhana, sementara masyarakat memberikan dukungan dalam bentuk dana, tenaga, maupun doa. Inilah yang membuat Kampung Piala Dunia Dok 9 tetap hidup hingga sekarang,” ujar Tarkus.
Ia mengatakan, pada momentum Piala Dunia 2026 pihaknya kembali melakukan berbagai persiapan untuk memeriahkan pesta olahraga dunia tersebut sekaligus berharap dapat kembali mengikuti lomba hias kampung tingkat nasional seperti yang pernah digelar sebelumnya.
Namun hingga saat ini, pihaknya belum memperoleh informasi terkait penyelenggaraan lomba serupa pada Piala Dunia 2026. Karena itu, Takus berharap pihak pemegang hak siar Piala Dunia di Indonesia dapat kembali mengadakan kompetisi yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah.
Selain itu, Tarkus mengungkapkan bahwa pihak TVRI selaku pemegang hak siar Piala Dunia telah mengunjungi Kampung Piala Dunia Dok 9 dan menawarkan kampung tersebut untuk menjadi Brand Ambassador pada perhelatan Piala Dunia 2026.
Meski demikian, hingga saat ini pihak pengelola Kampung Piala Dunia Dok 9 masih menunggu kepastian resmi terkait tawaran tersebut.
“TVRI sudah datang dan menyampaikan rencana menjadikan Kampung Piala Dunia Dok 9 sebagai Brand Ambassador Piala Dunia 2026. Kami tentu merasa bangga, tetapi sampai sekarang masih menunggu keputusan dan kepastian resmi,” tambahnya.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, masyarakat Kampung Piala Dunia Dok 9 berharap keberadaan kampung mereka tidak hanya menjadi pusat kemeriahan Piala Dunia di Papua, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kreativitas masyarakat melalui olahraga dan budaya.
Sementara itu, berbagai persiapan terus dilakukan warga untuk menyambut Piala Dunia 2026 dengan harapan dapat kembali mengukir prestasi dan mengharumkan nama Papua di tingkat nasional.
Laporan: TY


Comment