Jayapura, PW – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) pada 5–6 Juni 2026 di Kota Jayapura. Agenda besar tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembinaan olahraga Papua untuk empat tahun ke depan sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi Pra-PON 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.
Musorprov nantinya akan memilih Ketua Umum KONI Papua beserta jajaran pengurus masa bakti 2026–2030, serta merumuskan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan prestasi olahraga di Tanah Papua.
Ketua Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, mengatakan keputusan pelaksanaan Musorprov telah melalui pembahasan internal bersama jajaran pengurus KONI Papua dan koordinasi dengan KONI Pusat.
“Kita sudah lakukan rapat KONI dan juga koordinasi dengan KONI Pusat. Hasilnya, Musorprov KONI Papua akan digelar pada tanggal 5 dan 6 Juni 2026 di Jayapura,” ujar Kenius saat memberikan keterangan pers bersama jajaran pimpinan KONI Papua.
Menurutnya, pelaksanaan Musorprov lebih awal menjadi langkah strategis agar kepengurusan baru memiliki waktu yang cukup dalam menyiapkan program pembinaan atlet menuju babak kualifikasi PON atau Pra-PON yang akan berlangsung sepanjang tahun 2027.
Selain itu, Papua juga harus mulai menyiapkan kontingen terbaik untuk menghadapi PON XXII yang akan dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2028 mendatang.
“Musorprov ini sangat penting karena waktu menuju Pra-PON dan PON semakin dekat. Kepengurusan baru nantinya harus langsung bekerja menyiapkan atlet, program latihan, hingga pembinaan cabang olahraga agar Papua tetap mampu bersaing di tingkat nasional,” jelasnya.
Kenius menambahkan, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua terkait dukungan terhadap pelaksanaan Musorprov. Pemerintah daerah, kata dia, menyambut baik agenda tersebut dan memberikan persetujuan atas jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Pak Gubernur, dan pemerintah mendukung pelaksanaan Musorprov pada tanggal 5 dan 6 Juni 2026,” katanya.
Di sisi lain, proses penjaringan calon Ketua Umum KONI Papua juga mulai berjalan. Tim penjaringan dan penyaringan disebut telah bekerja untuk menyiapkan tahapan, mekanisme, serta persyaratan pencalonan yang nantinya akan diumumkan secara resmi kepada publik.
“Tim penjaringan sudah mulai bekerja dan dalam waktu dekat akan menyampaikan secara resmi jadwal serta persyaratan pencalonan Ketua Umum KONI Papua,” tambah Kenius.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu, menjelaskan bahwa pembentukan tim penjaringan dan penyaringan bakal calon Ketua Umum telah diputuskan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Papua pada 16 April 2026 di Jayapura.
Tim tersebut terdiri dari Henky Sawaki, Benny Jensenem, Otniel Deda, Korneles Yanuaring, dan Thelma Numberi yang merupakan representasi dari unsur KONI Provinsi, KONI kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga.
“Mereka ditetapkan dalam Rakerprov bulan April lalu. Selain itu, panitia pelaksana Musorprov juga sudah dibentuk dengan Ketua Panitia saudara Ayub Woisiri,” ujar Weyasu.
George menambahkan, Musorprov bukan hanya agenda pemilihan kepengurusan, tetapi juga menjadi forum evaluasi dan konsolidasi olahraga Papua dalam menghadapi tantangan prestasi di masa mendatang.
Beberapa agenda penting yang akan dibahas dalam Musorprov antara lain persiapan atlet menghadapi Pra-PON 2027, penguatan organisasi KONI dan cabang olahraga, peningkatan kualitas pembinaan atlet usia muda, hingga strategi mempertahankan prestasi olahraga Papua di tingkat nasional.
Dengan pelaksanaan Musorprov tersebut, KONI Papua berharap lahir kepengurusan baru yang solid, profesional, dan mampu membawa olahraga Papua kembali berjaya serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah di pentas nasional.
Laporan: Humas KONI Papua


Comment