JAYAPURA, PapuaWone.com – Rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) saat dalam perjalanan menyalurkan bantuan bibit ternak kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara delapan orang lainnya dilaporkan selamat.
Peristiwa terjadi ketika rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya tengah menuju Kampung Kimbim untuk mengantarkan bantuan kepada masyarakat. Di tengah perjalanan, rombongan diduga diserang oleh orang tak dikenal.
Akibat serangan tersebut, sejumlah anggota rombongan menjadi korban. Delapan orang yang berhasil menyelamatkan diri kemudian meminta pertolongan kepada rombongan Kapolres Lanny Jaya, Kompol Hendrik Seru.
Saat itu, rombongan Kapolres Lanny Jaya sedang melintas di Kampung Muliama dalam perjalanan menuju Wamena untuk melaksanakan kegiatan sambang Kamtibmas Presisi.
Mendapat laporan adanya penembakan, petugas langsung bergerak melakukan sterilisasi di sekitar lokasi kejadian dan mengevakuasi para korban menuju RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis.
Tiga korban yang meninggal dunia diketahui terdiri dari Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, seorang dokter hewan, dan seorang pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya. Ketiganya telah dievakuasi dan jenazahnya berada di RSUD Wamena.
Sementara itu, delapan korban selamat masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Jayawijaya. Keterangan para korban diharapkan dapat membantu aparat mengungkap kronologi penyerangan serta mengidentifikasi para pelaku.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengatakan aparat keamanan masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari korban selamat dan saksi untuk mengungkap motif serta pihak yang bertanggung jawab atas penembakan.
Kombes Pol Cahyo Sukarnito menegaskan bahwa situasi keamanan di wilayah Jayawijaya saat ini dalam kondisi terkendali.
Aparat gabungan TNI-Polri bersama Satgas terkait terus melakukan koordinasi dan pengamanan, termasuk melakukan upaya pengejaran terhadap para pelaku serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan susulan.(Redaksi)


Comment